21 Jan 2026
Ekonomi

Distribusi Minyakita Menuai Sorotan, PT. Langgeng Aman Selamanya Diduga Terapkan Sistem Bundling Lewat Distributornya

Tim Redaksi
21 Januari 2026
4 menit baca
Produk Minyakita yang dijual di pasar tradisional dengan label HET Rp 15.700 per liter
Produk Minyakita dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 15.700 per liter yang dipajang di salah satu lapak pedagang pasar tradisional.

Distribusi minyak goreng bersubsidi Minyakita kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan mengarah pada PT. Langgeng Aman Selamanya yang melalui distributornya, PT. Nabati Jaya Mandiri, diduga menerapkan sistem bundling dalam penyaluran Minyakita ke tingkat pengecer.

Dugaan tersebut mencuat setelah sejumlah pelaku usaha kecil dan pedagang eceran mengeluhkan pola pembelian yang dinilai tidak wajar. Minyakita disebut tidak dapat diperoleh secara terpisah, melainkan harus dibeli bersamaan dengan produk lain yang tidak termasuk dalam program subsidi pemerintah.

Indikasi Praktik Bundling di Lapangan

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber di tingkat pengecer, Minyakita kerap hanya tersedia apabila pedagang bersedia membeli produk tambahan dalam satu paket distribusi. Kondisi ini menyebabkan pedagang harus mengeluarkan biaya lebih besar, meskipun Minyakita sendiri memiliki harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Akibatnya, sebagian pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga jual Minyakita kepada konsumen akhir, atau bahkan memilih tidak menjualnya sama sekali karena margin yang dianggap tidak masuk akal.

Dampak terhadap Konsumen dan Pedagang Kecil

Minyakita merupakan produk subsidi yang dirancang untuk menjaga keterjangkauan harga minyak goreng bagi masyarakat. Jika praktik bundling benar terjadi, maka tujuan utama program ini berpotensi tidak tercapai.

Pedagang kecil menjadi pihak yang paling terdampak. Mereka berada di posisi lemah dalam rantai distribusi, karena keterbatasan modal dan ketergantungan pada distributor. Sementara itu, konsumen akhir berisiko menanggung harga yang lebih tinggi atau menghadapi kelangkaan produk di pasaran.

Bertentangan dengan Semangat Program Subsidi

Secara prinsip, distribusi barang bersubsidi seharusnya dilakukan secara transparan, adil, dan tanpa persyaratan tambahan yang memberatkan. Skema bundling, apabila terbukti, dinilai bertentangan dengan semangat pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Pengamat distribusi menilai, praktik semacam ini kerap terjadi ketika pengawasan di tingkat distribusi tidak berjalan optimal. Tanpa pengawasan yang ketat, celah penyimpangan dalam rantai pasok menjadi sulit dihindari.

Belum Ada Klarifikasi Resmi

Hingga artikel ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi dari pihak PT. Langgeng Aman Selamanya maupun PT. Nabati Jaya Mandiri terkait dugaan penerapan sistem bundling tersebut. Klarifikasi dari pihak terkait dinilai penting guna memberikan kejelasan kepada publik serta mencegah berkembangnya spekulasi.

Dorongan Pengawasan dari Otoritas Terkait

Sejumlah pihak mendorong agar instansi berwenang segera melakukan penelusuran atas dugaan ini. Pengawasan distribusi Minyakita dinilai perlu diperketat, khususnya di jalur distributor hingga pengecer, agar program subsidi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Sejumlah pihak juga mendorong agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Deli Serdang segera memeriksa PT. Langgeng Aman Selamanya dan PT. Nabati Jaya Mandiri guna menindaklanjuti dugaan praktik bundling tersebut. Selain itu, desakan juga ditujukan kepada Komisi II DPRD Deli Serdang agar segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan memanggil pihak-pihak terkait dalam rangka klarifikasi atas isu yang tengah beredar di masyarakat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa persoalan distribusi bahan pokok tidak hanya soal ketersediaan, tetapi juga soal tata kelola, transparansi, dan komitmen terhadap kepentingan publik.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan prinsip jurnalistik yang menjunjung tinggi akurasi, keberimbangan, dan kehati-hatian. Informasi yang disajikan bersifat faktual berdasarkan temuan lapangan dan masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang. Redaksi membuka ruang bagi hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.

Built with v0